Jumat, 05 Februari 2010
Jumat, 29 Januari 2010
Apple Ipad apa Apple Mac BOOK???
- Safari - browser default di macbook series
- Mail client besutan Apple
- iPod dan iTunes
- Notes
- Maps
- The high-resolution, 9.7-inch LED-backlit IPS
- Multi-Touch screen
- Thin and Light design
- Up to 10 hours battery life
- WIFI
- 3G (untuk iPad 3G)
- A4 chip
kelemahan-kelemahan Apple iPad:
- Tanpa Adobe flash
- Tidak dilengkapi kamera
- Tidak bisa multitasking
- Layarnya memiliki ukuran yang mungil, yakni 9,7 inchi
- Tidak menggunakan sistem operasi Mac OS
- Kapasitas penyimpanan yang kurang besar
- Baterai tidak mudah diganti
- Tidak memiliki port HDMI
Tentang SILA Negeri The Great Queen Seondeok
Dari awal pendirian sampai perkembangannya menjadi kerajaan yang besar, nama Silla tercatat dalam banyak karakter Tionghoa (hanja) yang secara fonetis mungkin ditulis berdasarkan nama dugaan dari bahasa Korea kuno yaitu: Saro; 斯盧, Sara; 斯羅, Seora-beol; 徐羅(伐), Seona-beol; 徐那(伐), Seoya-beol; 徐耶(伐), atau pun Seo-beol; 徐伐. Arti kata-kata dugaan dari bahasa Silla itu kemungkinan adalah ibukota, walaupun masih menjadi teka-teki. Pada tahun 503, Raja Jijeung menetapkan tulisan hanja “新羅” yang dibaca Silla dalam bahasa Korea modern. Karena orang Korea kini seringkali mempalatalisasikan abjad maka penyebutan kata “Silla” terdengar seperti “Shilla” di telinga pendengar bahasa lain.
Kata yang paling mendekati adalah Seora-beol, dapat ditelusuri dari unsur bahasa Silla, syeo-beul, yang berarti ibukota kerajaan, yang kemudian berubah menjadi Syeo-ul, dan akhirnya Seo-ul. Seoul yang kini dikenal adalah ibukota Korea setelah berakhirnya masa Dinasti Joseon, dimana nama saat itu adalah Hanseong atau Hanyang.
Nama Silla pada zaman kuno dikenal luas oleh masyarakat Asia Timur Laut. Orang Yamato menyebutnya Shiragi, orang Jurchen (nenek moyang bangsa Manchu menyebut Solgo atau Solho. Dalam bahasa Tionghoa penyebutannya adalah Shin Luo.
Sejarah
Para ahli sejarah secara tradisional membagi sejarah Silla menjadi 3 bagian periode: awal (57 SM-654 M), tengah (654-780) dan akhir (780-935).
Perubahan kekuasaan
Silla diperintah oleh 3 keluarga (klan) kuat selama berdirinya, yaitu Bak (Park), Seok, dan Kim. Klan Bak sebagai pendiri berkuasa lebih dari 3 generasi sebelum menghadapi pemberontakan oleh klan Seok. Dalam masa-masa pemerintahan pertama raja keluarga Seok, Raja Talhae, klan Kim berperan sebagai klan aristokrat (bangsawan). Ketiga klan ini saling berebut kekuasaan sepanjang sejarah Silla.
Pendirian
Dalam masa Proto Tiga Kerajaan (masa sebelum Tiga Kerajaan), negara-negara kecil di bagian tengah dan selatan semenanjung Korea dikelompokkan ke dalam 3 konfederasi (negara bagian) bernama Samhan. Salah satunya bernama Jinhan yang memiliki 12 buah bagian-bagian yang lebih kecil. Salah satunya adalah negeri Saro (Saro-guk) yang merupakan asal dari Silla. Negeri Saro terbagi atas 6 desa dengan 6 kelompok klan.
Berdasarkan babad Goryeo Samguk Sagi yang ditulis pada abad ke-12, Silla didirikan oleh seseorang bernama Bak Hyeokgeose tahun 57 SM di kota yang sekarang adalah Gyeongju. Menurut legenda Bak Hyeokgeose lahir dari telur kuda putih. Ketika berusia 13, ke-6 kelompok klan mengangkatnya jadi pemimpin negeri Saro.
Pembuktian lewat bukti arkeologis menunjukkan bahwa walau ada negara yang berdiri pada masa itu di wilayah Gyeongju, masih terlalu dini untuk menyebut Silla sebagai sebuah kerajaan. Penulis Samguk Sagi dari zaman Goryeo, Kim Bu-shik, mungkin mencoba untuk mengesahkan bukti berdirinya Silla dengan memberi senioritas historis di atas rivalnya, Baekje dan Goguryeo.
Sejarah awal
Dalam masa kekuasaanya, tampuk kepemimpinan Silla berganti-ganti dengan peran 3 klan terkuat.
Mulai abad ke-2 M, Silla baru muncul sebagai kerajaan yang berkembang pesat di bagian tenggara semenanjung Korea. Silla memperluas kekuasaan dan pengaruh atas Konfederasi Jinhan pada abad ke-3 dan terus menjadi kuat.
Di bagian barat Baekje telah berdiri kokoh sejak tahun 250 setelah menundukkan Konfederasi Mahan. Di bagian barat daya, Konfederasi Gaya muncul dan mengambil alih Konfederasi Byeonhan. Sementara di utara, Goguryeo yang sejak tahun 50 mulai berdiri kokoh, berhasil mengusir perwakilan militer Tiongkok terakhir dari semenanjung Korea pada tahun 313 dan terus mengancam para tetangganya.
Berkembang jadi kerajaan
Raja Naemul (berkuasa 356-402) dari klan Kim menetapkan sistem monarki yang turun-temurun. Gelarnya kini telah menjadi Maripgan (han atau gan), yaitu gelar serupa dengan khan pada orang Turkik dan Mongol. Pada 377, ia mengirim utusan dan menjalin hubungan dengan Goguryeo.
Silla mencoba mendekati Goguryeo karena sedang mengalami tekanan dari Baekje dan Negeri Wa[1]. Namun saat Goguryeo mulai memperluas teritori ke selatan dan memindahkan ibukotanya ke Pyongyang tahun 427, Raja Nulji mencoba mengadakan persekutuan dengan Baekje.
Pada masa Raja Bopheung (514-540), Silla telah mencapai titik penuh sebagai negara kuat. Ia pun telah menggunakan Buddhisme sebagai agama negara dan mengendalikan negara-negara kecil di sekitarnya. Sekitar tahun 530-an Konfederasi Gaya dapat ditaklukkannya.
Pada masa Raja Jinheung (540-570), Silla mengembangkan armada perang yang kuat. Ia pernah membantu Baekje merebut wilayah Sungai Han yang diduduki Goguryeo namun pada tahun 553 merebut wilayah itu dari Baekje, mengakhiri 120 tahun aliansi kedua kerajaan itu. Peiode awal Silla berakhir dengan wafatnya Ratu Jindeok pada tahun 654.
illa Bersatu
- Pada abad ke 7 Masehi, Silla menjalin hubungan dengan Dinasti Tang dari Tiongkok.
- Pada tahun 660 di bawah pemerintahan Raja Muyeol (berkuasa 654-661), berhasil menundukkan Baekje.
- Pada tahun 668, di bawah kekuasaan Raja Munmu Besar dan Jenderal Kim Yu-shin dengan bantuan militer Dinasti Tang, berhasil mengalahkan Goguryeo. Seluruh semenanjung Korea berhasil disatukan Silla setelah hampir 10 tahun mengusir seluruh koloni Dinasti Tang di sebelah utara. Para pelarian Goguryeo mendirikan negeri baru di timur laut semenanjung Korea bernama Balhae.
Para anggota keluarga pemimpin pada zaman Silla Bersatu digolongkan ke dalam sistem kelompok Jin-gol (keturunan tulang murni) dan Seong-gol (tulang suci) berdasarkan keturunan orang tuanya. Selain itu, sebagai akibat dari penyatuan wilayah-wilayah semenanjung Korea, para keluarga bangsawan semakin banyak mengumpulkan kekayaan. Pada masa-masa awal unifikasi terjadi beberapa kali pemberontakan oleh para pejabat istana, namun dapat ditekan oleh keluarga kerajaan dengan memindahkan mereka ke dalam jabatan-jabatan pusat. Untuk waktu yang lama, sekitar 1 abad (dari akhir abad ke-7 sampai akhir abad ke-8), kerajaan mengganti sistem penggajian pejabat dengan memberi tanah (no-geup) dengan sistem jikjeon atau dengan membayar gaji saja.
Akhir abad ke-8, klan Kim mulai menolak penggunaan sistem ini dan mulai memberontak. Pemberontakan terbesar adalah pembangkangan Kim Dae-gong yang berlangsung 3 tahun.
Periode tengah Silla berakhir dengan pembunuhan Raja Hyegong tahun 780 yang mengakhiri suksesi dari Raja Muyeol, tokoh penyatu Tiga Kerajaan. Kematiannya adalah puncak perselisihan panjang antar klan dalam kerajaan yang melibatkan sebagian besar anggota keluarga bangsawan.
Akibatnya keluarga bangsawan muncul sebagai kekuatan utama bagian internal sementara peran raja hanya sebagai tokoh kepala saja. Namun begitu, periode ini menyaksikan negeri ini pada titik puncak, dengan kuatnya hubungan dan konsolidasi keluarga kerajaan serta berhasilnya usaha mempraktekkan sistem birokrasi cara Tiongkok.
Akhir dari periode ini dinamakan Zaman Tiga Kerajaan Akhir, saat beberapa kerajaan yang mengatasnamakan pendahulunya bangkit dan memberontak seperti Hu-Baekje dan Hu-Goguryeo. Silla sendiri jatuh ke dalam pemberontakan dinasti baru, Goryeo pada tahun 935.
Politik dan sosial
Dari abad ke-6, Silla menetapkan sistem yang ketat dalam bidang birokrasi dan hukum. Pangkat dan status sosial pejabat diukur berdasarkan sistem ranking tulang. Begitu pula pada cara berpakaian, bentuk rumah dan jumlah perkawinan yang diperbolehkan, semuanya diatur menurut hukum tertentu. Kelas anggota keluarga kerajaan dibagi menjadi 2, yaitu kelas tulang suci (seong-gol) dan tulang murni (jin-gol). Sistem ini berakhir ketika penguasa terakhir dari kelas tulang suci, Ratu Jindeok wafat pada tahun 654[1]. Jumlah bangsawan dari kelas tulang suci pun semakin menurun karena calon raja/ratu hanya boleh berasal dari keturunan yang kedua orang tuanya berasal dari kelas tulang suci, sementara keturunan dari orang tua tulang suci yang menikah dengan kelas tulang murni dianggap masuk ke kelas tulang murni.
Sejak menguatnya kebijakan negara yang tersentralisasi, masyarakat Silla juga dipengaruhi oleh kebijakan aristokrat yang ketat. Sistem birokrasi negara pun mengadopsi cara Tiongkok untuk mengurus wilayah yang sangat luas. Sebelum masa unifikasi, Raja Silla menganggap dirinya sangat besar dan menyamai sang Buddha. Sedangkan hal-hal mencolok yang mewarnai periode setelah unifikasi adalah meningkatnya konflik antar kelompok, antara keluarga kerajaan dengan bangsawan.
Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Sill
Rabu, 27 Januari 2010
FAKTA-FAKTA DI BALIK THE GREAT QUEEN SEON DEOK

Serial Korea ini sudah sukses menguncang bak kasus bank century. Saya sungguh terpesona akan alur ceritanya, kepiawaian pemainnya memainkan lakonya. Sungguh sangat luar biasa. Saya rindu drama serial seperti ini di televisi Indonesia. Dulu ada tapi sekarang berganti dengan sinetron-sinetron picisan yang maaf harus saya katakan tidak mendidik sama sekali. Walaupun si produser gembar-gembor saat promo nahwa sinetron mendidik saya tidak akan percaya. Tapi tidak akan itu yang di bahas dalam posting ini. Ada beberapa hal yang akan saya bahas seputar hal-hal yang bersliweran si drama korea satu ini.
BERIKUT INI FAKTANYA :
- Film ini merupakan gubahan dari dokumen sejarah tentang ratu pertama di kerajaan Sila, Deok Man merupakan penguasa ke-27 dari kerajaan Sila.
- Sila Merupakan salah satu dari tiga kerajaan yang ada di korea lama.
- Deok Man lahir kembar, ia hanya memiliki 1 saudara yaitu Cheonmyeong. Tapi pada sejarah yang sebenarnya, Seondeok dikenal yang di kenal sebagai Putri Deokman adalah putri kedua tertua dari Raja Jinpyeong yang memiliki tiga anak perempuan. Anak dari Putri Cheonmyeong kakaknya menjadi raja atas haknya sendiri sementara saudara Seondeok yang lain-PutriSeonhwa, akhirnya menikah dengan Raja Mu dari Baekje dan kemudian bergelar mother of Uija.
- Lady Mihsil, merupakan tokoh yang kontroversial di sejarah aslinya. Karena sangat sedikit sekali dokumen kenegaraan yang menjelasakan tentang dirinya. Hanya ada satu dokumen yang menjelaskan tentang keberadaannya. Dokumen itu dikenal sebagai ranscription of Hwarang Segi.
- Pangeran Kim Chun-chu (金春秋 김춘추), nantinya menjadi raja setelah ratu keduaSila (sepupu Deok Man memerintah) ia bergelar King (Taejong) Muyeol (太宗武烈王 태종무열왕).
- Deok Man digantikan oleh seorang ratu yang merupakan sepupunya, Kim Seung-man (金勝曼 김승만), anak semata wayang Galmunwang Gukban (國飯葛文王 국반갈문왕)[5] & Lady Wolmyeong (月明夫人 월명부인)lalu ia bergelar Queen Jindeok (眞德女王 진덕여왕).
- Deok Man ternyata menikah (tapi di drama yang sekarang lagi tayang masih episode 53-an belum sampe sana). Ada dua versi mengenai siapakah suami Deok Man Berdasarkan memorabilia dari Tiga Kerajaan : Galmunwang Eum (飮 葛文 王 음갈문왕) - mungkin menikah dengan Ratu Seondeok setelah tahun pertama menjadi Ratu.
Menurut Annals dari versi Hwarang:
1. Kim Yong-chun (金龙 春 김용춘), suami Putri Cheonmyeong , 13 Pungwolju.
2. Heumban (钦 饭 흠반) - salah satu kerabat Ratu Seondeok.
3. Eulje (乙 祭 을제) - memerintah di tempat Ratu Seondeok di masa perang. - Dari beberapa situs terpercaya mengenai sejarah Korea. Tokoh Yu-Shin merupakan Panglima Hwarang yang benar-benar nyata. Bahkan namanya sangat melegenda karena berhasil menyatukan kerajaan Sila di akhir kepemimpinan Kim Chun-chu.
- Bidam, tak satupun saya dapatkan informasi sejarah mengenai tokoh ini.
- Suku Gaya memang benar- benar ada, Yu-Shin menjadi Tokoh Frontal dari eksistensi suku ini.
Senin, 24 Agustus 2009
An Expatriate Unusual-Diary—Stranger in Paradise
- Book: The Best of Stranger In Paradise Bali 1996-2008
- Author: Made Wijaya
- Editor: Rachel Greaves
- Publisher: Wijaya Words
- Pages : 380 pages
- Year of Published: 2008
Have you had a question in your mind about what have been done by expatriate community in Bali? Did you think they just spend their life with having some fun, or may be building villa as much as they can? Do you think so? I don’t think so. Well, I mean some of them may be just what I have been told to you before. Nevertheless, I know one of the expatriate who surprisingly has a big eagerness to preserve Balinese culture, when reading a book entitled “The Best of Stranger In Paradise Bali 1996-2008”. This book is written by Made Wijaya an Australian who have been live in Bali since 1973 after had dropped out from Sydney University’s School of Architecture. He was actually named Michael White but after living in Bali with his rural Brahmanan family in Gria Kepaon he changed his name. The book its self is about his journey or diary exactly, around Bali and another sophisticated town in Indonesia while he was ’enjoying’ the culture there. You can find some article and picture which show how much he ‘enjoying’ the Balinese culture as the first smoking male condong ever, he have done it well.
As a book using English as the language of writing, it must be hard to follow for some people who do not able in English. Then Made Wijaya is different . He stick on such a big number of pictures, so that if you cannot follow the words you may follow the pictures. This is a style that is rare found in most of all the writers. Besides, he also arrange the writing very well as good journalism product. It is no wonder because actually at ‘the ancient time’ he was a contributor for some news papers and magazines in Bali. Well, as I said before that he is very different with other expatriates in Bali. He is a kind of people who is freaking inspiring to me as his book reader. It is because by reading a book of him (he got a lot of book that have been published), it opens my mind that actually much more things that I can see in Bali. It’s a lot of part in Bali that is never exposed, than is exposed in this book. Just like cultural or international marriage that usually done by some people in the palace, binan(bisexual orientation) community in bali, palaces around bali, and some others culture outside Bali. It was so informative, but it is not the best part of this book. I think the best part of this book (for me) is the REJECTED chapter. This is a chapter that presents you some articles, drafts, and caricatures of Made Wijaya that is never published before. This is a funny chapter but also unusual, so I know why those things are rejected. Then, I also realize some of them are worth to be published. One of it is entitled “Bali’s Moslem Kampung”, this is an article that shows how good is the relations between Moslem community and Hindu community in Kampung Islam Kepaon. Moreover, I found some nice pictures and you may think this as an unusual one where a moslem boy sell Canang and a holy tomb of Balinese Moslem princess Raden Ayu Siti Khotijah which is decorated in Balinese way complete with its Prada and Canang Payasan.
Do you a bit curious with this book? Let your desire speak up. Say yes, and don’t miss this book. This is one from hundreds worth books that deserve to be collected and read. This thick book will surprise you with its own way that could not tell by any words. “Don’t ask Don’t Tell” (Stranger In Paradise page 236).
Rabu, 19 Agustus 2009
Ngintip Zizi di Presentasion-Show-Miss-Universe-2009
Baik pastinya, noh liat aja foto-fotonya dia makin bertaburan di dunia maya, dan sedikit bocoran ni dia masih merupakan kandidat terkuat untuk masuk ke TOP 15 Miss Universe 2009. Bahkan di situs resmi Miss Universe dia masuk ke jajaran TOP 3 (wow kece banget siiii). Well, 16 agustus lalu adalah ahri paling menentukan buat zizi untuk bisa memastikan dirinya masuk ke jajaran TOP 15 Miss Universe 2009 nanti. 16 agustus malam, di adakan presentasion show yang wajib diikuti oleh semua delegasi, ini merupakan penilaian pokok guna menentukan siapa saja yang berhak masuk 15 besar. Nah berikut ini adalah foto dan video zizi saat malam preeliminasi (presentasion show, red). btw, saya sudah keliling-keliling you tube tapi kagak nemu pas zizi pake swim suit jadi ga saya posting di sini, selain juga untuk menghindari kontroversi. yang terpenting dukung terus indonesia ya....!!! JAYA INDONESIA



Nah yang ini videonya....
Ini Evening Gown
Ini National Costume
Ini Perkenalannya
wah kece kan.....!!!!!
Rabu, 12 Agustus 2009
Aishwarya Rai Miss World Paling Cantik Sepanjang Masa
To be born in Mangalore in the state of Karnataka in India on 1 st November 1973, Aishwarya Rai has enormous faith in God and her friends. She attends prayers offered to Lord Ganesha at her home. Krishnaraj and Vrinda Rai are her parents and they right now live together in Mumbai.
Aishwarya Rai's aim was to be become an architect. She took up modeling as a part time job and she also appeared in commercials. One of her popular commercial for a soft drink made her to be approached by many directors but she rejected the offers to become an architect. Aishwarya Rai is engaged to Abhishek Bachchan and their wedding is expected to be held on 20 th of April.
Her debut movie was in the Tamil industry that was directed by Mani Ratnam titled Iruvar. Even in her debut movie she has handled dual roles along with Mohanlal and Tabu. Aur Pyaar Ho Gaya was her first movie in Bollywood. Jeans was her third project with director Shankar and the movie made her to be identified in the industry as a good actress.


Kandukondain Kandukondain was her next movie with Rajiv Menon in which she was paired with Mammootty. Hum Dil De Chuke Sanam in the year 1999 was her hit movie in Bollywood with Salman Khan. She has won awards in the Film Fare for the best actress in the movies like Hum Dil De Chuke Sanam and Devdass.
Aishwarya Rai has also won Star Screen Awards, International Indian film Academy Awards, Zee Cine Awards, Star dust Awards and Sansui Awards in her movie career.
Taken from:www.aishwarya-rai.com/
Minggu, 09 Agustus 2009
Mengenang Mbah Surip Yuuk
Senin, 03 Agustus 2009
Mbah Surip Meninggal (Gag Percaya Mode: ON)

"Berita duka : tlh plng k rahmatullah....mbah surip.....hikz....kacian bgt"
Jujur pas tadi update status di FB aku tiba-tiba melongo melihat bejibunnya orang yang make status model kaya gitu. MBAH SURIP DIE.... How come secara baru kemarin aku melihat beberapa chanel infotaiment menayangkan profilena plus single terbarunya I LOVE U PULL....
Akhirnya tadi heboh sendiri bolak balik chanel cuman nyari berita yang bilang mbah surip meninggal. Pertamanya aku sudah dapet denger berita ini pas nonton MTV AMPUH... tapi gag percaya siapa tahu cuman gosip
Sampai saat Seputar Indonesia On AIR barulah saya percaya bahwa mbah surip meninggal. Beritanya plus wawancara dengan BANG TARZAN yang lagi sibuk nerima tamu melayat untuk mbah surip...
Menurut Bang TARZAN Kemarin mbah surip nginep di rumahnya mamiek prakoso... dan tidak ada keluhan apapun... tadi pagi dia bangun seperti biasa makan bubur lalu tidur lagi... sekitar jam sepuluhan pas dilihatin mbah gendong ini menunjukan tanda-tanda kesehatan memburuk. kemudian dokter yang datang meyarankan agar mbah surip segera di bawa ke RS... dan dalam perjalanan menuju RS itulah dia meninggal dunia...
May MBAH SURIP REST IN PEACE
Sedikit info dia meninggal dikala RBT TAK GENDONG-na menembus angka penjualan 8 Milyar RUPIAH.... wow...wow












