Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2009

An Expatriate Unusual-Diary—Stranger in Paradise

  • Book: The Best of Stranger In Paradise Bali 1996-2008
  • Author: Made Wijaya
  • Editor: Rachel Greaves
  • Publisher: Wijaya Words
  • Pages : 380 pages
  • Year of Published: 2008

Have you had a question in your mind about what have been done by expatriate community in Bali? Did you think they just spend their life with having some fun, or may be building villa as much as they can? Do you think so? I don’t think so. Well, I mean some of them may be just what I have been told to you before. Nevertheless, I know one of the expatriate who surprisingly has a big eagerness to preserve Balinese culture, when reading a book entitled “The Best of Stranger In Paradise Bali 1996-2008”. This book is written by Made Wijaya an Australian who have been live in Bali since 1973 after had dropped out from Sydney University’s School of Architecture. He was actually named Michael White but after living in Bali with his rural Brahmanan family in Gria Kepaon he changed his name. The book its self is about his journey or diary exactly, around Bali and another sophisticated town in Indonesia while he was ’enjoying’ the culture there. You can find some article and picture which show how much he ‘enjoying’ the Balinese culture as the first smoking male condong ever, he have done it well.

As a book using English as the language of writing, it must be hard to follow for some people who do not able in English. Then Made Wijaya is different . He stick on such a big number of pictures, so that if you cannot follow the words you may follow the pictures. This is a style that is rare found in most of all the writers. Besides, he also arrange the writing very well as good journalism product. It is no wonder because actually at ‘the ancient time’ he was a contributor for some news papers and magazines in Bali. Well, as I said before that he is very different with other expatriates in Bali. He is a kind of people who is freaking inspiring to me as his book reader. It is because by reading a book of him (he got a lot of book that have been published), it opens my mind that actually much more things that I can see in Bali. It’s a lot of part in Bali that is never exposed, than is exposed in this book. Just like cultural or international marriage that usually done by some people in the palace, binan(bisexual orientation) community in bali, palaces around bali, and some others culture outside Bali. It was so informative, but it is not the best part of this book. I think the best part of this book (for me) is the REJECTED chapter. This is a chapter that presents you some articles, drafts, and caricatures of Made Wijaya that is never published before. This is a funny chapter but also unusual, so I know why those things are rejected. Then, I also realize some of them are worth to be published. One of it is entitled “Bali’s Moslem Kampung”, this is an article that shows how good is the relations between Moslem community and Hindu community in Kampung Islam Kepaon. Moreover, I found some nice pictures and you may think this as an unusual one where a moslem boy sell Canang and a holy tomb of Balinese Moslem princess Raden Ayu Siti Khotijah which is decorated in Balinese way complete with its Prada and Canang Payasan.

Do you a bit curious with this book? Let your desire speak up. Say yes, and don’t miss this book. This is one from hundreds worth books that deserve to be collected and read. This thick book will surprise you with its own way that could not tell by any words. “Don’t ask Don’t Tell” (Stranger In Paradise page 236).

»»  read more

Jumat, 21 Agustus 2009

TARI PENDET DIKLAIM MALAYSIA.....WTF?


Baru saya tadi sempet ol dan membaca postingan di FB maupun twitter membuat saya kaget MALAYSIA "mengakui" TARI PENDET sebagai Budaya mereka. Menurut saya itu tidak masuk akal, bahkan sangat aneh dan lucu terkesan terlalu dipaksakan. Saya adalah orang Bali, saya lahir di Bali, dan di besarkan di Bali... Saya akan beritahu PENDET sepanjang yang saya ketahui
  • PENDET DICIPTAKAN OLEH SALAH SATU KERAJAAN DI BALI (ENTAH KERAJAAN APA SAYA LUPA) DAN TERTULIS DALAM BEBERAPA LONTAR YANG MEMUAT TENTANG SEJARAH BALI
  • PENDET PADA MULANYA ADALAH TARI SUCI YANG HANYA DI PENTASKAN PADA UPACARA-UPACARA KEAGAMAAN HINDU BALI (Jadi tari ini hanya di temukan di BALI)
  • SEPANJANG PENGETAHUAN SAYA KERAJAAN-KERAJAAN DI BALI TIDAK PERNAH MEMILIKI DAERAH KEKUASAAN DI MALAYSIA JADI SUNGGUH TIDAK MUNGKIN SEKALI TERJADI ALKULTURASI BUDAYA DARI JAMAN DAHULU KALA, KECUALAI PADA JAMAN INI DAN ITUPUN DIPAKSAKAN UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIL (MALU DEH). JADI DAPAT DI PASTIKAN ITU BUKAN KEBUDAYAAN MALAYSIA
  • SEMUA ORANG SUDAH TAHU PENDET ADALAH BUADAYA ASLI BALI, KARENA SEJAK MASA PENJAJAHAN TARIAN INI BANYAK DI PERTONTONKAN. JADI SAYA RASA SIKAPA MALAYSIA INI AKAN MEMBUAT DIRINYA TERKUCIL DI DUNIA INTERNASIONAL
  • MASTER-MASTER PENARI PENDET BERASAL DARI BALI BUKAN DARI MALAYSIA.



Jadi saya rasa amat sangat berlebihan pulalah apabila malaysia kemudian mengklaim budaya ini sebagai milik mereka. sungguh sangat tidak masuk di akal bahakan apabila mereka membuat sejuta alasan. pemerintah saat ini harusnya mulai berfikir tentang hubungan bilateral dengan malaysia mengingat banyaknya pengklaiman budaya indonesia oleh mereka membuat kita rugi. Menurut saya sikap malaysia ini berkaitan dengan tag line pariwisata mereka MALAYSIA TRULY ASIA jadi malaysia adalah asia sebenarnya dengan kata lain semua budaya di asia ada di malaysia. MAAF PEMERINTAH MALAYSIA anda salah besar apabila mengaku-akui TARI PENDET sebagai milik anda, sejak kapan? apa anda punya bukti konkrit tertulis mengenai itu??? harusnya malulah anda menjalankan pemerintahan seperti itu. INGAT BANGSA YANG MENGAHARGAI BANGSA LAIN BARULAH BANGSA TERHORMAT, LALU BAGAIMANA DENGAN ANDA APAKAH ANDA TERHORMAT?
»»  read more

Minggu, 16 Agustus 2009

64 TAHUN INDONESIA MERDEKA-----BOM MEGA KUNINGAN?


Kandang Nulis is on the line again, Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi segenap bangsa Indonesia ada 2 hal yang kita peringati hari ini. Benar jika anda menjawab HUT KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA yang ke-64. Dan tahukah anda apa yang juga di peringati hari ini, 1 bulan tepat peringatan aksi teroris di Mega Kuningan, Jakarta. Ironis memang, apa ini juga menjadi sebuah clue yang kemudian dengan cepat di sikapi oleh polisi. Bukankah sejatinya bom yang di temukan di dekat cikeas itu akan di gunakan pada hari ini. Tepatnya untuk membom iring-iringan mobil SBY. Wah untung saja bom itu sudah lebih dahulu di temukan coba kalau tidak, maka saya yakin si NURDIN cs bakalan tambah TOP lagi sesuai namanya.
Nah itulah bukti bahwa niat JAHAT--MEMBUNUH--TERORISME YANG MENGATASAMAKAN AGAMA tidak pernah direstui oleh Tuhan. Tapi di ulang tahun yang ke-64 ini banyak hal yang harus direfleksikan oleh segenap kaum/element di Inonesia, tidak hanya pemerintah tapi juga masyarakatnya.

Tidak ada salahnya kita bercermin pada kata-kata mutiara mantan Presiden USA John F. Kennedy
"Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country"

Yang artinya kurang lebih jangan tanyakan apa yang negara bisa berikan kepadamu,tapi tanyalah pada dirimu sendiri apa yang bisa kamu berikan pada negaramu.

Wah sepertinya kita sering melakukan itu, selaluj saja menyalahkan pemerintah selalu saja meminta tapi tidak pernah berusaha....

Sekaranglah saatnya bagi generasi muda(kita-kita ini) harus merubah cara pandang old style negara kita ini. Ayo kita bergerak aktif majukan negara ini sesuai dengan bakat dan keahlian yang kita miliki. Jangan buru-buru minta imbalan, ayo kerja dengan penuh kesukarelaan anggap ini adalah investasi jangka panjang bagi anak cucu kita kelak. Bagi kita nih kaum blogger ayo sebarkan semangat nasionalisme ini ke penjuru dunia maya. Indonesia UNITE, Satoe Indonesia. Kita bukan bangsa teroris buktikan itu, jangan mau termakan ajaran biadab membunuh orang, ini negara kita harus di lindungi jangan biarkan orang asing seprti NURDIN menginjak-injak harga diri kita. Kita ini INDONESIAN kita punya jalan kita sendiri untuk di kenal oleh dunia, dan jalan kita itu adalah keanekaragaman adat istiadat dan agama. Diversity is Indonesia, tapi keberagaman itulah yang membuat kita bersatu. INDONESIA MERDEKA!!!

»»  read more

Jumat, 14 Agustus 2009

Finally It is Only One Circle Election

Kandang Nulis--Jakarta, It was the most waited day for all over the nation. Mahkamah Agung (MK) would announce their final judgment about Presiden Election 2009. After being reported by 2 others candidates that the election was not run well, many cheating in the election so that it made one of the candidate win (SBY-Boediono). Nevetheless, in the final judgment day the court (MK) said that there is no engouh fact to blame SBY-Boediono. Moreover, Mk did not see any factor that make the 2 candidates would win if there was a second election again.

My Opinion:
Wah pertama-tama lama ya kagak posting, mahap soalna kandang nulis lagi sibuk ngurusin MABA (mahasiswa-baru) buat OSPEK--tunggu live reportna ya. Well, akhirnya pemilu ini cukup satu kali saja. Sehingga konflik bakalan ga terlalu banyak n' uang negara juga ga banyak keluar. Menurut aku rencana ngadain pemilu ulang itu udah non-sense banget. Kenapa? fakta jelas menyatakan SBY-Boediono menag lebih dari 30% di 20 provinsi sesuai dengan perhitungan KPU. Kemudian akumulasi total suara pasangan ini adalah sekitar 60%an (lupa pastina berapa) so, sangat janggal rasanya harus di adakan pemilu susulan lagi. Ga banget tau mending uangna di pake memajukan dan mensejahtrakan negara ini dari pada cuman di pake memenuhi hasrat politik. Dan ini yang menjadi pertanyaan semua orang pada pihak-pihak yang ngotot pemilu ulang, kalau seandainya mereka kalah lagi apakah mereka akan mengusulkan pemilu ulang lagi, trus kalu mereka terus-terusan kalah negara kita bakalan masuk guiness book of record dong jadi negara paling banyak yang mengadakan pemilu dalam 1 tahun. hahahahhahah silly thing banget tahu. saran saya sih, mau kala ataupun menag harus diterima dengan lapang dada. Nah kalu memang di pemilu ada di rasa yang janggal melapornya juga dari jauh-jauh hari sehingga KPU punya cukup waktu buat bertindak. Jangan kaya kemarin baru beberapa hari menjelang pemilu baru protes, KPUna mana bisa kerja mas--buk. Kalau memang serius bersama-sama membangun nagara ini seharusnya sejak dari proses awal pemilu, elit-elit politik ini mengawasi prosesna kalau ada janggal langsung protes. so, pas hari h semuanya udah bener...
sekian dari Kandang Nulis, saya undur diri dulu...bye-bye
»»  read more
If you see this, your server does not support PHP. Ask your web-hosting provider where you can add the PHP code on your website.
/*ERROR*/ ?>

Kandang Nulis- Artikel,hiburan,edukasi, tips, dan pageant

About This Blog

Blog Archive

GrowUrl.com - growing your website

UANGKAN TWITTER ANDA

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP